Nıcky Aulıa Wıdadıo
17 Januari 2020•Update: 21 Januari 2020
JAKARTA
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan kecil kemungkinan asap kebakaran hutan dan lahan di Australia sampai ke Indonesia.
Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, hasil analisis dinamika atmosfer pada awal hingga pertengahan Januari 2020 menunjukkan pergerakan penyebaran asap dominan terjadi di belahan bumi selatan.
Asap menyebar dari Australia ke arah timur karena dipengaruhi “polar jet stream”, yaitu aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat Lintang Selatan dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam yang bergerak konsisten ke arah timur.
Polar jet stream ini membawa asap kebakaran hutan Australia menyeberangi Samudra Pasifik bagian selatan sampai ke Amerika bagian selatan seperti Chili, Argentina, dan Uruguay.
“Hingga akhir Januari 2020, diperkirakan polar jet stream masih cukup kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur,” kata Herizal melalui siaran pers, Jumat.
“Oleh karena itu kecil kemungkinan asap kebakaran hutan Australia akan menyebar ke wilayah Indonesia karena dinamika atmosfer,” lanjut dia.
Menurut dia, wilayah Australia saat ini didominasi aliran angin kencang yang konsisten ke arah timur, sedangkan di Indonesia dinamika atmosfer didominasi oleh angin baratan atau monsun Asia.
Kebakaran hutan Australia pada 2019-2020 merupakan salah satu yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan.
Pada 10 Januari 2020, NASA melalui situs resminya menyampaikan bahwa asap hasil kebakaran hutan di Australia telah menyebar hingga Benua Amerika dan berpotensi mempengaruhi atmosfer secara global.