Devina Halim
15 Juni 2021•Update: 16 Juni 2021
JAKARTA
Sebanyak 81 migran etnis Rohingnya yang terdampar di Pantai Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, Provinsi Aceh, telah dipindahkan ke Medan.
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Indonesia mengatakan bahwa 81 pengungsi tersebut telah tiba di Medan pada 10 Juni 2021.
“Para pengungsi Rohingya akan ditempatkan di salah satu akomodasi pengungsi milik IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) di Medan,” kata Communication Associate Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Indonesia Dwi Anisa Prafitria kepada Anadolu Agency, Selasa.
Dwi Anisa memastikan seluruh pengungsi dalam keadaan baik dan bebas dari Covid-19.
Menurut dia, mereka telah menjalani swab test setibanya di Aceh Timur dan hasilnya negatif Covid-19.
Para pengungsi, kata Dwi Anisa, juga telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama dari pemerintah Aceh Timur dan dibantu UNHCR dan IOM pada 5 Juni 2021.
Dwi Anisa menuturkan UNHCR telah mengkoordinasikan pemberian bantuan sejak para pengungsi tersebut tiba di Aceh Timur.
“UNHCR bekerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi kemanusiaan lainnya (IOM, YMKI, JRS, Geutanyoe) memberikan bantuan makanan, air bersih, bantuan kesehatan, dan bantuan lainnya,” ucap dia.
Sebanyak 81 pengungsi yang terdiri dari 22 laki-laki dan 59 perempuan tersebut terdampar di Aceh Timur pada 4 Juni 2021.
Para pengungsi awalnya berjumlah 90 orang, akan tetapi delapan di antaranya meninggal dan satu orang hilang di laut.
Sekretaris Panglima Laot Miftah Cut Adek mengatakan para pengungsi lari dari kamp pengungsi di Bangladesh.