Nasional

598 dokter di Indonesia meninggal akibat Covid-19

Dari data tersebut, sebanyak 319 dokter yang gugur merupakan dokter umum, 270 dokter spesialis, dan 9 dokter residen

Nicky Aulia Widadio   | 28.07.2021
598 dokter di Indonesia meninggal akibat Covid-19 Petugas medis berembuk sebelum memberikan perawatan kepada pasien virus korona di tenda darurat di sebuah rumah sakit di Bekasi, Indonesia pada 11 Juli 2021. Kapasitas ruang perawatan dan ICU di beberapa rumah sakit penuh akibat meningkatnya pasien Covid-19 . ( Anton Raharjo - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan sebanyak 598 dokter di Indonesia meninggal akibat terinfeksi Covid-19 hingga 27 Juli 2021.

Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI Mahesa Paranadipa mengatakan ada kekhawatiran jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 masih akan bertambah, bahkan melampaui 600 orang pada Juli ini.

Dari data tersebut, sebanyak 319 dokter yang gugur merupakan dokter umum, 270 dokter spesialis, dan 9 dokter residen.

“Melihat angka ini kami di kalangan dokter tersayat hati kami, melihat betapa banyaknya guru kami harus gugur selama pertarungan melawan pandemi ini, melihat saudara-saudara kami, adik-adik kami yang menempuh residen,” kata Mahesa melalui konferensi pers virtual, Rabu.

Menurut catatan Tim Mitigasi IDI, angka kematian dokter tertinggi terjadi di Jawa Timur sebanyak 127 orang, kemudian diikuti Jakarta sebanyak 92 kasus, Jawa Tengah sebanyak 89 kasus, Jawa Barat sebanyak 83 kasus, dan Sumatra Utara sebanyak 41 orang.

Mahesa mengatakan lonjakan kasus dan tingginya paparan virus terhadap tenaga kesehatan diduga berkontribusi menyebabkan tingginya angka kematian dokter dan tenaga kesehatan.

Selain itu, sebanyak 73 dokter gigi juga meninggal selama pandemi Covid-19.

Jumlah ini belum termasuk tenaga kesehatan lainnya seperti bidan, perawat, apoteker, serta tenaga laboratorium yang meninggal akibat Covid-19.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.