Nicky Aulia Widadio
24 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 27 kali gempa susulan pasca-gempa berkekuatan M 6,1 di Mamberamo, Papua.
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 13.00 WIB, gempa susulan yang terjadi berkekuatan M 2,9 hingga M 5,5.
“Kekuatan gempa (susulan) semakin melemah,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin.
Sejauh ini belum ada laporan kerusakan sebagai dampak dari gempa tersebut.
Gempa tektonik terjadi di wilayah Kabupaten Mamberamo, Papua pada Senin pagi pukul 08.05 WIB.
Episenter gempa terletak pada jarak 85 kilometer arah tenggara Kota Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa ini terasa hingga wilayah Jayapura dan Wamena dengan skala MMI III hingga IV. Skala IV berarti getaran terasa oleh banyak orang dan mengakibatkan pintu berderik dan dinding berbunyi.
Menurut BMKG, gempa dipicu aktivitas sesar lokal. Gempa di Mamberamo juga tidak berkaitan dengan gempa yang terjadi di Laut Banda pada Senin pagi pukul 09.53 WIB.
“Kedua zona gempa tidak ada saling kontaknya, jadi tidak berkaitan,” kata Dwikorita.