Shenny Fierdha Chumaira
27 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 yang diadakan pada Rabu berlangsung lancar dan aman di 171 daerah se-Indonesia.
"Dari video call dengan seluruh Kepala Kepolisian Daerah, Panglima Komando Daerah Militer, dan pihak terkait lainnya, semua 171 wilayah pemilihan secara umum dilaporkan melangsungkan Pilkada Serentak dengan aman, lancar, tertib, dan terkendali," ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto usai menghadiri sesi video call di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jakarta Selatan, Rabu.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran terkait dengan netralitas Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.
Sementara itu, menyangkut ancaman teror, purnawirawan TNI itu mengungkapkan bahwa tidak ada ancaman maupun aksi teror yang mengganggu jalannya pemilihan di 171 wilayah.
Meski demikian, dia tidak menampik adanya beberapa masalah yang terjadi dalam pelaksaan Pilkada Serentak 2018.
"Kalau kita lihat, di 171 daerah pemilihan, setelah kita hitung, ada [total] 387.586 TPS [tempat pemungutan suara] sementara yang bermasalah tidak lebih dari sepuluh TPS," ucap Wiranto.
Salah satu lokasi TPS yang bermasalah itu, lanjut dia, terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sebab pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di wilayah tersebut harus ditunda dikarenakan banjir sehingga petugas tidak bisa menyeberang dan membawa alat logistik untuk pemilihan.
Mengingat dari ratusan ribu TPS tersebut hanya sepuluh di antaranya yang bermasalah, menurut Wiranto, angka itu termasuk kecil.
"Saya kira ini rasio yang sangat kecil dan kita bersyukur untuk itu. Oleh karena itu, secara umum, maka pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 ini terbilang sukses, aman, terkendali. Terima kasih kepada para aparat keamanan yang sudah mengamankan keadaan," tutup Wiranto.
Pada Rabu pagi, ratusan juta penduduk Indonesia di 171 daerah memilih bupati, wali kota, dan gubernur baru dalam ajang Pilkada Serentak 2018.