18 Juli 2017•Update: 19 Juli 2017
Ali Kemal Akan and Ilkay Guder
ANKARA (AA)
Amerika Serikat (AS) harus “segera” menahan pemimpin kelompok teror Fetullah Terrorist Organisation (FETO), kata wakil perdana menteri Turki Numan Kurtulmus, Senin.
Ketua FETO Fetullah Gulen, yang sudah mengorbankan banyak nyawa dalam percobaannya menggulingkan pemerintahan Turki pada Juli tahun lalu, hidup damai di negara bagian Pennsylvania, kata Kurtulmus dalam sebuah konferensi pers di istana kepresidenan Turki, sementara rapat kabinet berlangsung secara terpisah.
Gulen diwawancara beberapa media dan dengan cara itu mencoba memberikan motivasi agar pendukungnya tetap berkomitmen pada organisasnya, tambah Kurtulmus.
Ia mengatakan Turki dan AS sudah lama bersekutu di NATO, dan juga memiki aliansi strategis di Timur Tengah serta hubungan Turki-AS memiliki sejarah yang dalam.
“Oleh karena aliansi dan persahabatan ini diperlukan penahanan orang itu,” kata Kurtulmus. “Sangat tidak bisa diterima adanya pimpinan dari organisasi pembunuh terus mengancam Turki dari AS.”
FETO dan Gulen dituduh mendalangi percobaan kudeta Turki pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200.
Ankara juga menuduh FETO otak dibalik kampanye jangka-panjang yang berencana menjatuhkan Turki melalui penyusupan di berbagai institusi khususnya militer, polisi dan yudisial.
Kurtulmus mengatakan lebih dari 111.000 pejabat publik dipecat karena keterkaitan mereka dengan FETO.
Sekitar “32.180 lainnya dihentikan [sementara]. Bila anda memperkirakan ada 3,5 juta pejabat publik – jumlah mereka yang dihentikan sama dengan 3,5 persen total jumlah pejabat publik,” lanjut Kurtulmus.
Tonggak penting dalam menumpas FETO adalah memotong sumber finansial kelompok tersebut yang memiliki pendapatan besar, katanya.
“Oleh karena itu 966 perusahaan yang memiliki hubungan dengan organisasi itu disita.”
Kurtulmus juga mengatakan lebih dari 6 juta warga Turki ikut serta dalam acara Sabtu lalu untuk memperingati satu tahun sejak percobaan kudeta.