Maria Elisa Hospita
02 September 2018•Update: 03 September 2018
Cansu Dikme
ANKARA
Turki menyuarakan keprihatinannya atas bentrokan sengit kelompok-kelompok milisi di Tripoli, Libya, yang berlangsung sejak awal pekan ini.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: "Kami khawatir bentrokan itu dapat membahayakan keselamatan jiwa warga sipil,"
Bentrokan meletus pada Senin setelah Pasukan Infanteri Ketujuh yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan menuding Brigade Revolusioner Tripoli yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri, menyerang posisinya di selatan Tripoli.
Sedikitnya 38 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka dalam bentrokan sporadis itu.
Kementerian menekankan bahwa semua pihak harus menghindari tindakan yang dapat merugikan warga sipil dan mengganggu proses politik yang dipimpin oleh PBB.
"Turki memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian bentrokan, proses perdamaian, dan pemulihan keamanan di Tripoli," tegas kementerian.
Libya telah dirundung konflik sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menewaskan Muammar Gaddafi, pemimpin Libya yang berkuasa selama lebih dari empat dekade.
Sejak itu, perpecahan politik di Libya menyebabkan dua kursi kekuasaan saling berseteru - satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli - dan sejumlah kelompok milisi bersenjata.