26 September 2017•Update: 26 September 2017
ANKARA
Militer Turki Senin malam mengumumkan rencana Turki dan Irak untuk mengadakan latihan militer gabungan di perbatasan Turki-Irak pada hari Selasa.
Pengumuman ini menyusul referendum yang dilakukan Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Irak utara.
Turki sudah memulai manuver militernya di wilayah tenggara Silopi 18 September, seminggu menjelang pelaksanaan referendum di Irak utara.
Senin kemarin, warga Irak di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Pemerintah Regional Kurdi (KRG) - dan di beberapa wilayah yang dipersengketakan antara Erbil dan Baghdad – memilih untuk tetap bersama atau memisahkan diri dari Irak.
Irak, Turki, Amerika Serikat (AS), Iran dan PBB telah menyatakan sikap menentang pemilihan tersebut, dan mengatakan bahwa upaya referendum hanya akan mengalihkan perjuangan melawan daesh dan membuat kawasan ini semakin tidak stabil.
Dalam sebuah pernyataan singkat di situs resminya, Staf Umum Turki mengatakan bahwa tahap ketiga latihan militer bersama dengan Irak akan dilakukan di gerbang perbatasan Habur, yang juga dikenal sebagai perbatasan di kota Silopi, Provinsi Sırnak, Turki dan akan dimulai pada Selasa.
Daerah tersebut berada di sebelah utara perbatasan Suriah dan Irak dan mencakupi perbatasan Habur, yang menjadi jalur utama Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) di Irak Utara ke dunia luar.
Dalam pernyataan tersebut juga dijelaskan, di seberang perbatasan Suriah dari Silopi terletak wilayah yang dikuasai oleh PKK / PYD. Operasi anti-terorisme yang menargetkan PKK di sisi perbatasan Turki akan terus berlangsung.
Meski PKK sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat serta Turki, hanya Turki yang telah menyatakan PKK / PYD sebagai kelompok teror di Suriah, di mana mereka digunakan oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk melawan Daesh.