13 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Sarp Ozer
ANKARA
Lebih dari 7.000 anggota militer telah dibebastugaskan dari Angkatan Bersenjata Turki karena diduga memiliki keterkaitan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) sejak percobaan kudeta 15 Juli 2016, kata seorang sumber dari Kementerian Pertahanan.
Sumber mengatakan bahwa sebanyak 7.655 anggota militer, termasuk 150 jenderal dan laksamana, serta 4.287 petugas telah dibebastugaskan sejak percobaan kudeta terjadi. Selain itu, sekitar 786 anggota angkatan bersenjata juga telah ditangguhkan sementara.
Menurut pemerintah Turki, FETO dan pemimpinnya Fetullah Gullen merancang percobaan kudeta 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 martir dan hampir 2.200 jiwa terluka.
Turki meyakini FETO sebagai dalang di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah melalui infiltrasi ke institusi-intitusi, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.
Sejak kudeta, pemerintah telah menangkap puluhan ribu terduga pendukung FETO dan memberhentikan lebih dari 100.000 pegawai negeri sipil.