Hayati Nupus
15 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi mengamankan momentum Asian Games 2018 dari serbuan asap.
Apalagi, ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Sabrar Fadhilah, Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan jumlah titik panas.
“Semoga tidak ada gangguan asap, kami diarahkan untuk menjaga agar Asian Games tidak terganggu,” kata Sabrar, Selasa malam, di Jakarta.
Sabrar mengatakan tak semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga hutan agar tidak terbakar.
Oleh karena itu, kata Sabrar, TNI telah menerjunkan ratusan personel untuk memitigasi bencana agar lahan yang terbakar terminimalisir. Sekaligus bencana asap tidak terjadi.
TNI bersama berbagai instansi lain seperti kepolisian, Badan Nasional Penanganan Bencana, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu, ujar Sabrar, TNI juga membantu kepolisian agar keamanan perhelatan Asian Games 2018 tetap terjaga.
TNI telah membagi personelnya di sejumlah titik kedatangan atlet, baik dari bandara maupun pelabuhan.
Selain di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, dua lokasi resmi perhelatan Asian Games 2018, TNI juga mengamankan dua wilayah lain di dua provinsi. Yaitu Tangerang, Banten, dan Bandung, Jawa Barat.
“Tidak untuk bertabrakan tapi mengisi, sesuai tugas pokok masing-masing, TNI membantu untuk melengkapi agar berjalan lancar,” ujar dia.
Indonesia akan mengelar Asian Games ke-18. Ajang olahraga tingkat Asia ini secara resmi digelar di Jakarta dan Palembang.