Hayati Nupus
03 Mei 2018•Update: 04 Mei 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Menteri Pertahanan berpesan agar TNI mewaspadai ancaman terorisme di kawasan Asia Timur.
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatkaan saat ini ancaman terorisme telah sampai pada generasi ketiga. Ini, sebut dia, ditandai dengan maraknya aksi Daesh di Filipina.
“Saya sudah koordinasi dengan Filipina, tiap pekan pasti ada pengadaan [senjata],” ungkap Menteri Ryamizard, Kamis, di hadapan prajurit TNI di Kompleks Marinir, Jakarta Selatan.
Selain terorisme, Menteri Ryamizard juga menyebutkan enam ancaman lainnya. Yakni pemberontakan di dalam negeri, bencana alam, pelanggaran wilayah perbatasan, pencurian sumber daya alam, wabah penyakit, dan perang siber.
Menyoal pemberontakan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, Ryamizard mengatakan upaya itu terjadi dengan dukungan kekuatan besar.
“Mengapa mereka memberontak? Pastinya karena ada kekuatan besar di belakangnya,” ujar dia.
Sedang terkait ancaman di wilayah perbatasan, Menteri Ryamizard menyebutkan ancaman itu berupa perdagangan manusia hingga peredaran narkoba. Dia menambahkan, ancaman siber dan proxy war bisa disiasati dengan penguatan Pancasila sebagai landasan negara.
“Ke depan perangnya itu adu domba, proxy war. Penguatnya Pancasila, alat pemersatu kita,” kata dia.