Hayati Nupus
09 Maret 2018•Update: 10 Maret 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan di kawasan ASEAN untuk menghadapi ancaman terorisme.
Pernyataan ini disampaikan Hadi di hadapan pimpinan militer negara-negara ASEAN dalam Forum ASEAN Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIM), Kamis, di Singapura.
“Ini ancaman serius, tidak hanya berpengaruh pada kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional masing-masing, namun juga berpengaruh terhadap terpeliharanya konstelasi perdamaian serta stabilitas keamanan di Kawasan Asia Tenggara,” kata Hadi, dalam siaran pers Kamis malam.
Hadi mengatakan beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi serangan terorisme global secara masif, khususnya yang dilakukan oleh Daesh dan afiliasinya di Timur Tengah, Afrika, Amerika, Eropa dan Asia Pasifik.
“Ini menunjukkan bahwa tidak ada kawasan ataupun negara yang sepenuhnya aman dari serangan teroris,” kata Hadi.
Oleh karena itu, kata Hadi, perlu langkah dinamis dan konsisten dalam kerangka multilateral strategic partnership yang didasari oleh semangat ASEAN.
Sementara itu Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Singapura Letjen Perry Lim menekankan pentingnya upaya lewat media sosial dan implementasi kearifan lokal di masing-masing negara untuk menghadapi ancaman terorisme.
Selain itu, kata Perry, ASEAN juga perlu waspada terhadap penggunaan bahan-bahan kimia, biologi, dan radio aktif (CBR) lewat drone dari kelompok teroris.
Forum ACDFIM ke-15 dihadiri oleh pimpinan militer dari berbagai negara di ASEAN, yaitu Pangab Brunei Mayjen Pengiran Dato Seri Pahlawan Aminah bin Pengiran Haji Mahmud, Pangab Kamboja Jenderal Pol Saroeun, Pangab Laos Letjen Souvone Leuangbounmy, Pangab Malaysia Jenderal Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Pangab Myanmar Jenderal MN Aung Hlaing, Pangab Filipina Jenderal Ray Leonardo Guerrero, Pangab Thailand Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan, dan Pangab Vietnam Letjen Phan Van Giang.