14 September 2017•Update: 15 September 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Angkatan Bersenjata Filipina pada Rabu menerima donasi PHP 65 juta atau USD 1,27 juta dari Tiongkok untuk digunakan sebagai dana pengobatan dan perawatan anggota militer yang terluka dalam pertempuran Marawi.
Bantuan dari Beijing secara resmi diberikan kepada panglima militer Jenderal Eduardo Año dari Duta Besar Tiongkok untuk Filipiina Zhao Jianhua di kantor kepresidenan. Pemberian itu juga diawasi oleh Presiden Rodrigo Duterte.
"Presiden Duterte mengatakan bantuan itu akan sangat bermanfaat bagi pemerintah yang saat itu sedang menjalankan tahap-tahap terakhir dalam operasi menumpas teroris Maute di Mindanao," kata pernyataan dari Kantor Kepresidenan Filipina.
Duterte juga menyampaikan terima kasih dari warga Filipina terhadap bantuan yang terus datang dari Tiongkok selama konflik Marawi.
Juni lalu, pemerintah Tiongkok memberikan dana PHP 15 juta atau USD 293 ribu untuk menolong upaya rehabilitasi kota Marawi; PHP 5 juta atau USD 97.780 bagi mereka yang tewas dalam pertempuran; dan PHP 370 juta atau USD 7,24 juta dalam bentuk persenjataan untuk memerangi militan yang tersisa.
Persekutuan Filipina dengan Tiongkok membaik ketika Duterte mengesampingkan masalah sengketa teritorial di Laut Cina Selatan guna meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara tersebut.
Pertempuran Marawi berawal pada 23 Mei, ketika kelompok Maute mulai membakar gedung-gedung dan menembaki penduduk setempat untuk mengambil alih kota tersebut untuk Daesh. Peristiwa itu berujung dengan penerapan darurat militer di Mindanao oleh Duterte hingga akhir tahun.