Chandni
17 Februari 2018•Update: 18 Februari 2018
Atila Altuntas
STOCKHOLM
Swedia pada Jumat menolak permohonan suaka dari 168 orang yang diduga terlibat Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik percobaan kudeta di Turki pada 2016 lalu.
Menurut stasiun Sveriges Radio (SR), Lembaga Migrasi Swedia mengatakan sebanyak 183 orang yang dikaitkan dengan FETO mendaftar untuk suaka dan hanya 15 dari mereka mendapatkannya.
"Kami tidak berpendapat mereka menghadapi bahaya bila pulang ke Turki walaupun mereka simpatisan Gulen. Namun bila ada kemungkinan lebih besar bahwa mereka dimasukkan penjara, kami meloloskan permohonan mereka," kata Carl Bexelius, Wakil Direktur Lembaga Migrasi.
Omer Turk, seorang kepala sekolah di sebuah sekolah FETO yang melarikan diri dari Turki setelah upaya kudeta, mengatakan kepada SR permohonan suakanya ditolak dan dia tidak ingin kembali ke Turki karena tidak aman baginya.
Organisasi Teroris Fetullah dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang dikalahkan pada tanggal 15 Juli 2016. Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
FETO juga diduga berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.