Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Di tengah tindakan keras terhadap ribuan orang asing yang tinggal secara ilegal atau dituduh melakukan kejahatan di seluruh Thailand, polisi setempat mencurigai adanya pernikahan palsu yang melibatkan ratusan orang India, media lokal melaporkan pada Senin.
Polisi Thailand sebelumnya mencurigai seorang wanita berusia 70-an yang sedang mengurus visa suami-istri untuk pasangannya yang merupakan warga negara India.
Bangkok Post melaporkan perkawinan itu terbukti palsu dan kasus ini menyebabkan penyelidikan lebih lanjut terhadap aplikasi visa semacam itu.
"Banyak dari pasangan [pernikahan palsu] berperilaku mencurigakan," kata Kepala Biro Imigrasi Surachate Hakparn kepada harian itu.
Menurut surat kabar Nation, sebagian besar tertuduh sehari-hari mencari nafkah di Thailand sebagai rentenir ilegal atau penjual barang-barang secara kredit seperti pakaian dan barang elektronik.
"Ini merupakan ancaman bagi keamanan nasional," kata Hakparn tentang penipuan pernikahan palsu.
Jumat lalu, pihak berwenang Thailand mengatakan mereka telah menangkap hampir 7.000 orang asing dalam 43 operasi berbeda karena tinggal secara ilegal dan kejahatan lainnya di negara itu.
Laporan berita itu mengatakan bahwa sekitar 8.000 warga negara India tinggal di Thailand dengan visa pasangan dengan warga negara Thailand.
"Lebih dari 200 dari mereka ditemukan telah melanggar hukum, termasuk berkonspirasi dengan wanita Thailand untuk memalsukan pernikahan," kata pejabat polisi itu.
"Semua kecuali 13 dari mereka telah ditangkap dan 127 visa mereka dicabut dan akan dideportasi," tambahnya.
Surat kabar itu mencatat bahwa warga negara India sering tinggal di Thailand melewati batas izin visa turis mereka, dan pernikahan dapat digunakan sebagai sarana untuk memfasilitasinya.
Namun, polisi menekankan bahwa tindakan hukum juga dilakukan terhadap perempuan Thailand.
"Pengadilan memberikan surat perintah untuk penangkapan 31 tersangka pernikahan palsu dan sejauh ini, 29 di antaranya telah ditahan," ungkap Surachate.
Pejabat polisi itu mengidentifikasi seorang warga negara India sebagai Vikrom Layehi (35) yang dituduh bertindak sebagai perantara untuk memalsukan pernikahan.
"Sebanyak 27 wanita Thailand juga ditangkap karena dicurigai sebagai makelar pernikahan," tambah Surachate.
Kasus-kasus pernikahan palsu telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan birokrasi Thailand.
Pejabat tinggi telah menyerukan pengawasan terhadap pejabat negara yang diduga terlibat dalam kejahatan itu.