13 September 2017•Update: 13 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menjelaskan peran Indonesia dalam menyelesaikan kekerasan oleh pemerintah Myanmar atas warga Muslim Rohingya.
"Kita juga mengutus menteri luar negeri kita untuk mendesak pemerintah myanmar,” kata Jokowi, sapaan akrab presiden, saat menerima para tokoh ulama di Istana Presiden di Jakarta, Rabu.
Menurut Presiden Jokowi, situasi yang terjadi di Myanmar terkait sejarah politik dan ekonomi yang sangat rumit. Dia memastikan Pemerintah Indonesia akan membantuan para pengungsi dan juga korban krisis kemanusiaan di Rakhine State.
"Insya Allah minggu depan kita kirimkan lagi, karena kita mendengar keadaan lapangan sangat membutuhkan terutama makanan, obat-obatan, makanan siap saji, tenda-tenda yang sangat kurang di lapangan," kata dia.
Presiden pun meminta masukan kepada para ulama terkait permasalahan yang berkembang selama ini.
Hari ini, pemerintah Indonesia resmi mengirimkan bantuan pada hari ini untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh yang langsung dipimpin Presiden Jokowi.
Tahap pertama sebanyak 34 ton bantuan dikirimkan menggunakan 4 pesawat Herucles TNI, berisikan kebutuhan dasar untuk 500 ribu pengungsi.
Bantuan tersebut berupa selimut, tenda, flexible tank, family kit, sembako, gula dan beras, karena barang-barang ini sangat diperlukan, kata presiden.
“Kenapa kita memakai pesawat, karena dari pengalaman yang lalu memakai kontainer memakan waktu lama, padahal bantuan ini dibutuhkan secepatnya," ujar Jokowi.