Shenny Fierdha Chumaira
18 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Papua akan menurunkan ribuan personelnya untuk menjaga keamanan daerah selama proses Pemilihan Kepala Daerah Serentak Juni 2018.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara misalnya akan mengerahkan 13.544 anggotanya, dibantu oleh anggotaTentara Nasional Indonesia (TNI) sejumlah 2/3 dari total personel kepolisian.
"Jika kita butuh bantuan penguatan personel, kita tinggal koordinasi dengan TNI. Sebanyak empat kompi. Polda Aceh juga akan dikerahkan jika dirasa perlu," jelas Kepala Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting saat mengunjungi Mabes Polri di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Polda Jawa Timur akan menurunkan 26.000 personel kepolisian, 6.000 prajurit TNI, dan 80.000 anggota perlindungan masyarakat (linmas).
"Polisi dan linmas akan menjaga tempat pemungutan suara. TNI berperan sebagai BKO [Bantuan Kendali Operasi]," kata Kepala Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera.
Di Papua, Pilkada akan diamankan 7.200 personel Polisi dengan dibantu oleh 2.800 prajurit TNI dan 4.000 anggota linmas.
"Sehingga total kumulatif ketiganya adalah 14.000 orang," ujar Kabid Humas Polda Papua A. M. Kamal.
Sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, ketiga Polda ini beserta puluhan Polda lainnya yang daerahnya akan mengikuti Pilkada Serentak 2018 akan fokus dalam mencegah dan memerangi isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan) dan politik uang yang rawan mengguncang Pilkada.
Pada Juni mendatang, sebanyak 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota akan memilih kepala daerah berikutnya dalam ajang Pilkada Serentak 2018.