Nasional

Pengamat: Butuh 6-12 bulan analisis penyebab kecelakaan pesawat

Data dari kotak hitam perlu dicocokkan dan disimulasikan dengan dokumen yang ada

Hayati Nupus  | 01.11.2018 - Update : 02.11.2018
Pengamat: Butuh 6-12 bulan analisis penyebab kecelakaan pesawat Tim penyelam TNI AL atau Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) berhasil menemukan puing body pesawat Lion Air JT610. Penyelaman dilakukan hari ini di lokasi yang menjadi titik dimana Pesawat Lion Air JT610 jatuhnya di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. (Azwar - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Hayati Nupus

JAKARTA

Pengamat penerbangan mengatakan butuh waktu 6-12 bulan untuk memperoleh hasil analisis akurat soal penyebab kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan jika sekadar mengunduh data dari kotak hitam, hanya butuh beberapa hari.

“Tapi kalau sampai menganalisis, itu lama, butuh waktu dan proses yang kompleks,” ujar Alvin, Kamis, kepada Anadolu Agency.

Alvin mengatakan bahwa data yang terekam dalam Flight Data Recorder (FDR) dan yang ditemukan hari ini itu berisikan keterkaitan ratusan parameter sistem dalam pesawat.

Data-data dalam FDR, kata Alvin, akan mengungkap kondisi subsistem pesawat selama 30 menit terakhir.

Misalnya, lanjut Alvin, berapa kecepatan, pesawat, bagaimana pergerakannya, dan berapa tekanan udara saat itu.

Setelah diunduh dan disinkronisasikan, lanjut Alvin, data tersebut harus dicocokkan dengan data lain.

Seperti dokumen penerbangan, dokumen perawatan pesawat selama beberapa bulan terakhir, data kokpit, riwayat pilot, dan serpihan-serpihan pesawat, kata Alvin.

Data-data tersebut, ujar Alvin, juga akan disinkronkan dengan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang saat ini masih dicari.

Data-data itu, kata Alvin, juga perlu disimulasikan untuk memastikan kebenarannya.

“Investigasi kecelakaan pesawat memang rumit, nanti juga harus dilihat bagaimana jenazah meninggal, sebelum atau setelah pesawat masuk air,” tambah Alvin.

Meski sudah tenggelam beberapa hari, kata Alvin, hanya sedikit kemungkinan kotak hitam itu akan rusak.

Kotak hitam, ujar Alvin, didesain agar tahan benturan dan air.

Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.

Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus lalu dengan lama penerbangan 800 jam.

Pesawat berisikan 189 orang, sebanyak Sebanyak 181 orang di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.

Pesawat berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB dan hilang kontak setelah 13 menit mengudara.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın