Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Seorang pejabat senior Turki, Minggu malam, memperingatkan operasi persepsi atas pernyataan presiden Turki di provinsi utara Trabzon.
Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun mencuit bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari yang sama di Trabzon, merupakan tanggung jawab negara dan industrialis serta pedagang untuk menjaga bangsa ini tetap berdiri, jika tidak mereka harus menerapkan rencana B atau rencana C.
Altun mengatakan operasi persepsi terjadi atas pernyataan-pernyataan Erdogan.
"Operasi persepsi ini adalah bagian dari perang ekonomi yang sedang dihadapi negara kita," cuit Altun.
Dia menambahkan bahwa presiden Turki tidak menyebutkan tentang penyitaan rekening deposito dalam pidatonya di Trabzon.
Altun mengatakan, kata-kata Erdogan adalah peringatan terhadap keluarnya mata uang asing dari Turki.
Dia mengatakan karena Erdogan tidak memberikan rincian tentang rencana B atau rencana C, membuat skenario khayalan dan mencoba mengganggu pelaku pasar adalah hal yang "tidak bisa diterima".
"Turki sedang menghadapi perang ekonomi. Namun, ekonomi kita kuat, kita akan memenangkan perang ini dalam persatuan bangsa dengan negara!" Altun menambahkan.
Dalam pidatonya, Erdogan, mengacu pada industrialis, berkata ''Jangan lebih suka terburu-buru ke bank dan membeli mata uang asing. Anda akan melakukan hal yang salah jika Anda menggunakan opsi seperti itu hanya untuk berada di sisi yang aman,"
Dia menambahkan "Anda harus tahu bahwa, merupakan tanggung jawab kami dan dan pelaku industri serta para pedagang untuk menjaga bangsa ini tetap berdiri. Jika tidak, kami harus menerapkan rencana B atau rencana C''.