Pizaro Gozali İdrus
18 Juli 2018•Update: 18 Juli 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini (PNG) Rimbink Pato di Jakarta pada Kamis besok.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan salah satu isu yang akan menjadi pembahasam utama adalah pengelolaan perbatasan.
“Kita memiliki border cukup panjang dengan PNG di mana ada potensi ekonomi cukup besar di situ,” kata Armanatha.
Arrmanatha menyampaikan PNG adalah negara yang penting di ASEAN dan Asia Pasifik. Untuk itu, kedua menteri akan membahas hasil sidang Joint Border Comitte (JBC) yang telah dilaksanakan April lalu.
Dalam persidangan JBC tersebut, beberapa isu kerja sama perbatasan menjadi pembahasan di antaranya seperti penanganan penduduk tidak berdokumen di perbatasan, pengembangan ekonomi perbatasan, pemetaan garis batas bersama, dan isu lain terkait pengamanan perbatasan.
Selain itu, lanjut Arrmanatha, kedua menteri akan membahas hubungan perdagangan.
Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2017 tercatat mencapai USD208,8 juta. Angka ini naik dari tahun 2016 yang hanya mencapai USD179.2 juta.
“Namun potensinya masih sangat besar,” jelas Arrmanatha.
Ekspor Indonesia ke PNG selama ini berasal dari produk makanan dan minuman, minyak, tepung terigu, peralatan kebersihan, dan barang-barang elektronik. Indonesia dan PNG mengembangkan pasar perbatasan.
“Kita akan terus tingkatkan,” jelas Arrmanatha.
PNG, sebagai Ketua Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), juga akan menyelenggarakan KTT APEC tahun ini.
Arrmanatha menyampaikan Indonesia sudah banyak membantu PNG untuk mempersiapkan KTT APEC dalam manajemen konferensi dan protokol.