Hayati Nupus
08 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah mengatakan mulai hari ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah-sekolah di Sulawesi Tengah mulai kembali aktif.
Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan sebagian guru dan siswa sudah kembali ke sekolah.
“Sebagian guru yang terdampak [bencana] masih trauma, beberapa orang tua belum mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah, namun pemerintah sudah mengimbau agar sekolah tetap berjalan,” ujar Willem, Senin, di Jakarta.
Sebagian guru, tambah Willem, berasal dari luar wilayah Palu. Mereka masih mengungsi namun pemerintah sudah mengimbau agar mereka kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Willem mengatakan sebanyak 22 orang siswa di Sulawesi Tengah tewas akibat bencana itu. Sebanyak 33 siswa hilang, satu orang terluka berat dan masih dirawat.
Selain itu, lanjut Willem, terdapat 22 orang guru tewas, 14 orang hilang dan dua orang tengah dirawat di rumah sakit.
Sebanyak sembilan sekolah di Petobo, ujar Willem, tenggelam akibat likuifaksi.
BNPB mencatat terdapat 2.736 unit sekolah rusak. Sebagian sekolah rusak itu justru berada di Kabupaten Sigi, sedang lainnya di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Willem, sudah menyiapkan 240 tenda untuk ruang kelas. Sebanyak 100 di antaranya sudah terpasang sejak kemarin.
Sisanya, tambah Willem, dipasang hari ini.
Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018 lalu, disusul oleh tsunami.
Catatan BNPB, 1.948 orang tewas, 10.679 orang terluka dan 74.444 orang mengungsi di 147 titik.