Mehmet Tosun, Ali Kemal Akan
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan nama-nama anggota kabinet presiden baru kemarin malam.
Para menteri dalam kabinet baru tersebut menarik perhatian publik karena mereka berpendidikan tinggi dan pakar pada bidang masing-masing.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, kabinet baru Turki berprofesi sebagai akademisi, dokter, pengacara, insinyur, pakar ekonomi, tentara, dan arsitek.
Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, memperoleh gelar sarjana dalam bidang manajemen dari Universitas Cukurova pada tahun 1985.
Pada tahun 1990, Oktay menyelesaikan pendidikan pascasarjananya dalam bidang manajemen dan teknik manufaktur di Wayne State University, kota otomotif Detroit.
Oktay mendapat gelar doktor dari universitas yang sama dalam bidang teknik industri.
Oktay juga pernah menjabat sebagai kepala program studi bidang manajemen dan wakil dekan di Universitas Beykent.
Menteri Keadilan, Abdulhamit Gul, lulus dari sekolah agama, Nizip (Imam-Hatip Lisesi) setingkat SMA. Gul melanjutkan pendidikannya di fakultas hukum di Universitas Ankara.
Menteri Ketenagakerjaan, Pelayanan Sosial dan Keluarga, Zehra Zumrut Selcuk, menyelesaikan pendidikan S1 dalam bidang ekonomi dengan beasiswa penuh di Universitas Bilkent.
Setelah itu Selcuk melanjutkan pendidikan S3 dalam bidang ekonomi di Universitas Michigan, Amerika Serikat.
Selcuk, sembari menempuh pendidikan S3 dalam bidang manajemen di Universitas Texas, juga mengambil pendidikan pascasarjana dalam bidang akuntansi dan manajemen informasi di universitas yang sama.
Menteri Lingkungan dan Urbanisasi, Murat Kurum, menyelesaikan studi teknik bangunan di fakultas teknik dan arsitektur Universitas Selcuk.
Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu, menyelesaikan pendidikan S1-nya dalam bidang Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Politik Universitas Ankara, pada tahun 1998.
Pada tahun 1991, Cavusoglu meneruskan pendidikan pascasarjana dalam bidang ekonomi di Universitas Long Island, New York. Cavusoglu meneruskan pendidikan S3 dalam bidang Hubungan Internasional di Universitas Bilkent sebagai mahasiswa khusus.
Cavusoglu menempuh pendidikan S3 di London School of Ecomomics (LSE) dengan beasiswa Jean Monnet antara tahun 1993-1995.
Menteri Keuangan dan Kebendaharaan, Berat Albayrak, menyelesaikan pendidikan sarjana dalam bidang manajemen di Universitas Istanbul. Albayrak pergi ke New York untuk menempuh pendidikan di Lubin School of Business, Universitas Pace.
Albayrak memperoleh gelar doktor dari jurusan Keuangan dan Perbankan dengan disertasi yang berjudul ‘Pembiayaan Sumber Daya Energi Terbarukan’.
Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Fatih Donmez, menyelesaikan studinya dalam bidang teknik elektro di Universitas Teknik Yildiz pada tahun 1987 dan memperoleh gelar pascasarjananya pada tahun 2005.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Mehmet Kasapoglu, menyelesaikan pendidikan sarjana dalam jurusan manajemen dari Universitas Marmara.
Kasapoglu juga meraih gelar pascasarja dalam bidang administrasi daerah dari universitas yang sama. Kasapoglu juga menempuh pendidikan S2 dalam bidang manajemen di Universitas Palm Beach Atlantic, Amerika Serikat.
Kasapoglu mendapat gelar doktornya dari Universitas Istanbul dengan konsentrasi penelitian disertasinya tentang peluang kerja di daerah.
Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu, menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Manajemen Universitas Istanbul.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mehmet Ersoy, menyelesaikan pendidikannya dalam bidang manajemen di Universitas Istanbul.
Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Ziya Selcuk, memiliki gelar sarjana dalam bidang Ilmu pendidikan dari Universitas Ankara.
Selcuk juga menempuh pendidikan pascasarjana dalam ilmu psikologi di universitas yang sama.
Selcuk menyelesaikan pendidikan S3-nya dalam bidang konseling di Unversitas Hacettepe dan meraih gelar dosen dan profesornya dari Universitas Gazi.
Menteri Pertahanan, Hulusi Akar, menyelesaikan pendidikan di Sekolah Angkatan Darat pada tahun 1972.
Setelah itu, Akar menunaikan pendidikannya di Sekolah Infanteri pada tahun 1973. Akar melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Darat pada tahun 1982 dan Akademi Angkatan Bersenjata pada tahun 1985. Pada tahun 1987 Akar berhasil lulus dari Sekolah Angkatan Bersenjata di Amerika Serikat.
Menteri Kesehatan, Dr. Fahrettin Koca, meraih gelar dokternya dari Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul pada tahun 1998.
Koca kemudian menempuh pendidikan spesialis dalam bidang pediatri di Fakultas Kedokteran Cerrahpasa Universitas Istanbul. Koca diangkat menjadi dokter spesialis pediatri pada tahun 1995.
Menteri Perindustrian dan Teknologi, Mustafa Varank, menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Teknik Timur Tengah, Ankara dengan jurusan Ilmu Politik dan Administrasi Publik.
Varank melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Universitas Indiana, Amerika Serikat dengan jurusan Ilmu Komputer.
Menteri Pertanian dan Kehutanan, Bekir Pakdemirli, menunaikan pendidikan S1-nya di Universitas Bilken dengan jurusan manajemen. Pakdemirli kemudian menyelesaikan pendidikan S2 dengan jurusan manajemen di Universitas Baskent dan tingkat S3 jurusan ekonomi di Universitas Celal Bayar.
Menteri Perdagangan, Ruhsar Pekcan, menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dengan jurusan Teknik Elektro di Universitas Teknik Istanbul.
Menteri Perhubungan dan Infrastruktur, Cahit Turan, menyelesaikan pendidikannya di Universitas Teknik Karadeniz dalam bidang Teknik Bangunan pada tahun 1981. Turan lalu melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas yang sama.
Usia para anggota kabinet presidensial ini berselang antara 39 hingga 66 tahun dan usia rata-rata para anggota kabinet adalah 49 tahun.
Anggota kabinet termuda adalah Zehra Zumrut Selcuk, yang berusia 39 tahun. Selcuk menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Pelayanan Sosial dan Keluarga.
Sedangkan anggota kabinet tertua dengan usia 66 tahun adalah Hulusi Akar. Akar menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
news_share_descriptionsubscription_contact

