Megiza Soeharto Asmail
24 Agustus 2018•Update: 25 Agustus 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia di gelaran hari kedua Asian Games 2018 pada Senin lalu membuat nama atlet wushu, Lindswell, mendapat banyak perhatian. Namun, di tengah hujan atensi yang diberikan kepadanya, wanita kelahiran 1991 itu memilih untuk beristirahat dari karpet pertandingan usai Asian Games.
Lindswell mengakui persiapan untuk berlagak di Asian Games ke-18 telah dimulainya sejak dua tahun lalu. Latihan nonstop selama empat bulan sebelum berlagak pada awal pekan ini pun akhirnya terasa sangat menguras tenaga dan pikirannya.
"Pokoknya habis Asian Games ini, karena kegiatan yang sudah banyak, dan kemarin latihan continue, setelah ini rest dulu," kata Lindswell menjawab pertanyaan Anadolu Agency saat konferensi pers di Rumah Indonesia, Jakarta, Kamis.
Wanita berparas oriental itu mengaku telah menekuni wushu sejak kecil. Namun dia baru memulai latihan seriusnya untuk pertandingan pertama saat berusia 12 tahun. Nama Lindswell kemudian tercatat beberapa kali berada di urutan Emas-Perak-Perunggu dalam World Junior Wushu Championships.
Bercerita tentang kehidupannya sebagai atlet nasional, Lindswell menyebut hanya memikirkan kejuaraan selama 24 jam. Terlebih dengan jadwal latihan dua kali dalam satu hari, wanita berdarah Medan ini mengaku tak sempat menjalani kesibukan yang lain.
"Bagi atlet itu 24 jam pikirannya hanya latihan. Dan kita latihan sehari dua kali. Memang kita sudah fokus untuk Asian Games sejak dua tahun lalu. Makanya enggak ada hal lain lagi selain latihan," tutur dia.
Mengenai medali emas yang direngkuhnya, wanita yang dinobatkan sebagai Ratu Wushu Asia oleh Presiden Joko Widodo ini mengatakan selalu yakin bakal membawa pulang kemenangan. Baginya, keyakinan itulah yang membuat dia semakin tenang saat bertanding.
"Kita harus optimis dapat emas. Jadi semua atlet itu punya target tertinggi untuk dapat emas. Kalau sudah begitu kita lebih percaya diri untuk pertandingan. Bagaimanapun kondisinya kita juga pasti lebih siap dan lebih tenang untuk menghadapi [lawan]," ungkap Lindswell.

Mencari pengganti Lindswell
Kemenangan Lindswell dalam nomor Tanjiquan dan Tanjijian pada pertandingan wushu Asian Games ke-18 ini diakui oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sesuai target yang diharapkan. Akan tetapi atlet wushu Indonesia membawa medali lebih dari yang ditargetkan.
Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Muddai Madang, menyambut gembira dengan hasil kerja keras timnas wushu. "Perolehan medali ini melebih target karena targetnya satu emas, satu perak, satu perunggu. Tapi yang menarik perunggu ini dapat juga dari [nomor] fight. Jadi ini cukup menggembirakan," kata Madang dalam kesempatan yang sama.
Bagi para atlet, keberhasilan di Asian Games kali ini dapat menjadi jalan untuk maju di Olimpiade di Tokyo, Jepang, pada 2020 mendatang. Namun sayangnya, wushu tidak masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Untuk cabang wushu belum dipertandingkan di Olimpiade. Mudah-mudahan kalau ada di Olimpiade, kami bisa berkontribusi," sebut pelatih timnas wushu Indonesia, Ngatino.
Absennya cabor wushu dalam Olimpiade itu pun agaknya disayangkan sekaligus menenangkan bagi timnas. Pasalnya, Ngatino mengaku hingga kini belum ada atlet wushu lainnya yang dapat disejajarkan dengan Lindswell. Terlebih, anak buahnya itu belum memberikan pernyataan seberapa lama dia akan beristirahat dari lapangan.

"Di wushu memang ada regenerasi, tapi kami akui untuk nomornya Lindswell kami masih kesulitan untuk mendapatkan penggantinya. Mudah-mudahan pensiun ini hanya seminggu-dua minggu. Ya, mudah-mudahan masih ada rasa merah putihnya, jadi dia masih bisa bermain lagi," kata Ngatino berharap.
Menanggapi rencana rehat Lindswell, Madang berkelakar bahwa KOI sudah mengontrak Lindswell hingga gelaran olahraga internasional selanjutnya.
"Kita sudah kontrak sama dia. Jangankan pensiun, sampai 2020 di Tokyo, pacaran saja enggak boleh. Kan dia sudah ngomong tadi, yang di pikirannya hanya latihan terus. Jadi, sampai di Tokyo nanti dia masih jomblo," kata Madang yang disambut tawa Lindswell.