Hayati Nupus
29 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini sudah 560 orang tewas akibat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak akhir bulan lalu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain itu terdapat 1.469 orang terluka dan 396.032 orang mengungsi.
“Distribusi bantuan untuk pengungsi terus disalurkan hingga saat ini,” ujar Sutopo pada Rabu, dalam siaran pers yang diterima Anadolu Agency.
Sutopo mengatakan kebutuhan mendesak pengungsi berupa tenda, terpal, makanan, khususnya makanan siap saji, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, peralatan dapur selimut dan tikar.
Para pengungsi, menurut Sutopo, juga membutuhkan trauma healing, seragam dan peralatan sekolah, popok bayi, serta pembalut wanita.
Selain itu, kata Sutopo, BNPB juga mencatat terdapat 83.392 unit rumah dan 3.540 unit fasilitas umum serta sosial rusak.
Sutopo juga mengatakan bahwa pemerintah berupaya memperbaiki fasilitas publik seperti pasar, sekolah, fasilitas kesehatan dan perkantoran.
Sebagian besar masyarakat, ujar Sutopo, telah kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka pergi ke kebun, lahan pertanian, atau pasar.
“Saat siang hari mereka bekerja, malam hari mereka tinggal di pengungsian atau tenda,” menurut Sutopo.
Saat ini, kata Sutopo, lokasi gempa itu berstatus masa transisi darurat menuju pemulihan. Gubernur NTB menetapkan status itu selama enam bulan, sejak 26 Agustus 2018 hingga 26 Februari 2019.
Deretan gempa mengguncang Lombok sejak akhir Juli lalu. Sejak gempa susulan berkekuatan M 6,9 pada 19 Agustus 2018 lalu saja, terdapat 395 gempa susulan yang mengguncang Lombok, 20 di antaranya terasa.