14 Juli 2017•Update: 14 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah mempersiapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk ikut membantu militer Filipina melawan kelompok teroris di Marawi.
Menurut Ryamizard, Presiden Joko Widodo pun sudah berkoordinasi dengan dirinya membahas pengerahan bantuan pasukan tersebut.
“Kita mau kesana dan presiden sudah koordinasi dengan saya. Kalau kongresnya gak boleh yah gak bisa. Kongres Filipina seperti DPR di sana,” ujarnya di Jakarta Kamis.
Meski demikian, kata dia keputusan pengiriman tersebut masih menunggu hasil konsultasi dengan parlemen di Filipina dan Indonesia.
Jika keduanya mengizinkan, maka TNI langsung dikirim.
“Pastilah (meminta izin kepada DPR –red). Kita kan bukan negara abal-abal ada perundangannya. Kalau tentara siap saja. Jangan sampai orang minta, kita tidak siap. itu tidak bagus,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan TNI untuk ikut membantu militernya melawan Kelompok Teroris Daesh di Marawi. Ini disampaikan Menteri Pertahanan RI Rryamizard Ryacudu pada Juni lalu.
Ryamizard mengaku pembahasan bantuan tersebut dibicarakan saat bertemu dengan Duterte di Filipina. Meski demikian, hingga kini Filipina masih menunggu keputusan dari parlemen di sana.