İqbal Musyaffa
04 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Tingkat hunian hotel di Bali tidak banyak terpengaruh oleh dampak erupsinya Gunung Agung, menurut data yang didapat oleh lembaga riset.
Bahkan, lembaga riset properti Colliers International memprediksi hingga akhir tahun akan ada peningkatan hunian (okupansi) hotel hingga 2,9 persen year on year.
Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto dalam pemaparan hasil riset di Jakarta, Rabu, mengatakan hingga akhir tahun nanti rata-rata tingkat hunian hotel di Bali sekitar 70-71 persen.
Tingkat pariwisata dan okupansi hotel di Bali, menurut dia, masih akan tumbuh selama dampak dari letusan Gunung Agung tidak sampai membuat bandara internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup dalam waktu lama.
“Selama bandara buka, minat wisatawan ke Bali masih bagus dan berpengaruh pada hunian hotel,” jelas dia.
Estimasi meningkatnya okupansi hotel di Bali, sebut Ferry, didorong oleh beberapa acara besar yang akan berlangsung di Bali seperti pertemuan tahunan IMF-World Bank pada Oktober mendatang.
Selain itu, juga akan ada ajang pertemuan Federation Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) atau pertemuan perusahaan real estate internasional dan juga ajang Global Business Summit pada Desember mendatang.
Bahkan, dia mengestimasikan pada tahun 2020 mendatang tingkat okupansi hotel di Bali dapat melonjak hingga 75-80 persen sebagai dampak dari menguatnya proyeksi pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Bali.
“Di Bali akan ada pasokan hingga 1521 kamar hotel baru yang terdiri dari 684 kamar hotel bintang empat dan 837 kamar hotel bintang lima hingga akhir 2018,” urai Ferry.
Berdasarkan data Colliers, pada tahun 2019 hingga 2020 sebanyak 919 kamar hotel baru dari enam proyek hotel akan semakin menyemarakkan fasilitas pariwisata di Bali.
“Sampai akhir 2020, total kamar hotel berbintang di Bali akan mencapai 60.604 kamar,” tambah Ferry.
Terkait harga sewa kamar hotel di Bali, berdasarkan data Colliers, rata-rata seharga USD116 per malam dan akan meningkat menjadi USD117-118 pada akhir 2020.