Maria Elisa Hospita
24 November 2017•Update: 25 November 2017
Wasim Saif al-Din
BEIRUT
Blok parlemen Hizbullah Lebanon menyebut bahwa kepulangan Perdana Menteri Saad Hariri ke Lebanon adalah sesuatu yang positif.
"Kepulangan dan pernyataan Hariri mengindikasikan bahwa situasi di Lebanon berangsur normal," kata pernyataan yang dirilis oleh blok parlemen.
Dalam pernyataan juga disebutkan bahwa Presiden Michel Aoun - yang didukung Ketua Parlemen Nabih Berri - telah berhasil mengatasi krisis akibat absennya Hariri di Lebanon.
"Kami senang dengan perkembangan politis baru-baru ini yang dihasilkan dari persatuan rakyat Lebanon. Saat ini kami menantikan perubahan strategis besar setelah kekalahan kelompok teroris Daesh," ujar Hizbullah.
Hariri kembali ke Beirut pada Selasa, dua pekan lebih setelah ia tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya. Namun jelang kepulangannya ke Lebanon, Rabu, Hariri mengatakan akan menunda pengunduran dirinya.
Dalam peringatan Hari Kemerdekaan di Beirut, Hariri mengatakan bahwa ia telah menerima permintaan Presiden Aoun untuk menunda pengunduran dirinya, dan memberikan alasannya terlebih dahulu.
Pada 4 November, Hariri mengumumkan pengunduran dirinya lewat siaran televisi Arab Saudi, dan menuding Iran dan sekutu Lebanonnya, Hizbullah, menyebarkan hasutan dan ikut campur dalam urusan Arab Saudi. Ia juga mengisyaratkan adanya rencana pembunuhan dirinya.
Arab Saudi, pelindung politik Hariri, adalah musuh bebuyutan Iran. Sementara Riyadh mendukung kelompok oposisi bersenjata Suriah, Iran dan Hizbullah mendukung rezim Bashar al-Assad Suriah.