Hayati Nupus
15 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan pihaknya telah melepaskan memori module berisikan chip dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP yang ditemukan kemarin.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan setelah ini memori module itu akan dikeringkan agar data yang tersimpan di dalamnya dapat diunduh dengan baik.
“Pembersihan dan pengeringan sekitar 1-3 hari, kalau mentransfer datanya sekitar 3 jam,” ujar Soerjanto, Kamis, di Jakarta.
Soerjanto mengatakan bahwa memori module itu menyimpan empat saluran.
Yaitu komunikasi antara pilot dan menara pengawas, komunikasi kopilot dengan menara pengawas, komunikasi pilot dan kopilot di dalam kokpit, serta suara-suara yang timbul di dalam kokpit seperti bunyi peringatan, klik atau lainnya.
Data dari keempat saluran itu, lanjut Soerjanto, akan dicocokkan dengan basis data bunyi yang dimiliki KNKT.
KNKT memiliki basis data sekitar 90 jenis bunyi di dalam kokpit.
KNKT, tambah Soerjanto, juga akan mentranskrip percakapan-percakapan yang terdapat dalam keempat saluran itu.
“Apa isi percakapan, pukul berapa, dan mungkin ada background noise saat percakapan terjadi,” ujar Soerjanto.
Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018 di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus 2018 lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berisikan 189 orang, 181 di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Dari Jakarta, pesawat menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pada pukul 06.20 WIB, namun hilang kontak setelah 13 menit mengudara.