Hayati Nupus
10 Desember 2018•Update: 11 Desember 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang baru dilantik hari ini mengatakan akan membentuk tim tunas integritas di wilayahnya, bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rohidin yang sebelumnya bertugas sebagai Wakil Gubernur Bengkulu kini menggantikan Ridwan Mukti yang terjerat kasus gratifikasi.
Selain itu, lanjut Rohidin, dia juga akan meneruskan program yang sudah dirintis oleh gubernur sebelumnya. Di antaranya pembangunan infrastruktur strategis dan pengelolaan sumber daya alam Bengkulu untuk tujuan ekspor.
“Kemudian bagaimana mengembangkan sektor pariwisata dengan membuat beberapa event nasional dan internasional, ini sudah saya susun bersama Pak Ridwan Mukti 2,5 tahun lalu,” ujar Rohidin kepada wartawan, Senin, di Jakarta.
Selain itu, tambah Rohidin, pihaknya akan membangun sistem pemerintahan berbasis web, termasuk sektor perizinan dan jenjang karier kepegawaian.
Sudah sejak enam bulan lalu, menurut Rohidin, Provinsi Bengkulu menerapkan sistem online single submission (OSS) berbasis web, agar ada transparansi pengelolaan pelayanan publik.
Presiden berpesan, tutur Rohidin, agar dia mengampu tanggung jawab ini sesuai regulasi yang ada, agar berjalan produktif.
“Beliau minta begitu,” kata Rohidin.
Begitu pula Gubernur Riau Wan Hasyim yang menjabat sebagai gubernur definitif dalam 2,5 bulan ke depan, akan meneruskan rencana yang sudah disusun oleh pimpinan sebelumnya.
Salah satu program yang akan diteruskan itu, kata Hasyim, adalah pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dan jalan tol dari Sumatra Barat.
“Itu sekarang fokus kita, mudah-mudahan segera selesai,” ujar Hasyim.