09 Juli 2017•Update: 11 Juli 2017
HAMBURG
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin Sabtu di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman.
Pihak Kremlin menyebutkan kedua pemimpin membahas banyak hal, termasuk kerja sama bilateral, krisis Suriah, proyek pipa gas alam TurkStream dan pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu.
"Kami terus melakukan komunikasi secara teratur. Kesepakatan besar telah dicapai baru-baru ini, baik untuk pengembangan hubungan bilateral dan untuk menangani sejumlah masalah yang menjadi perhatian kami," kata Putin, sebagaimana dikutip oleh Kremlin.
Pada wartawan sebelum pertemuan tersebut, Erdogan mengatakan bahwa dia yakin kerjasama kedua negara dalam bidang ekonomi, pariwisata dan pertahanan akan semakin memperkuat hubungan bilateral.
"Yang terpenting, harapan di wilayah ini mengenai Suriah dan Irak sangat tinggi," kata Erdogan.
Pertemuan antara kedua pemimpin berlangsung kurang lebih satu jam.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Para pemimpin 20 negara besar di dunia berkumpul di Hamburg selama dua hari dalam even G20. Mereka membahas ekonomi global, perubahan iklim, perang melawan terorisme dan isu-isu internasional lainnya.
Pada bulan Juni, perusahaan tenaga nuklir milik negara Rusia Rosatom menandatangani kesepakatan dengan konsorsium konglomerat kontrak Turki, untuk menjual 49 persen saham di proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Turki Akkuyu.
Pabrik tersebut diperkirakan memenuhi sekitar 6-7 persen permintaan listrik Turki.
Diyar Guldogan memberikan kontribusi untuk laporan ini dari Ankara.