Cansu Dikme, Sibel Ugurlu, Merve Aydogan
05 April 2018•Update: 06 April 2018
Cansu Dikme, Sibel Ugurlu, Merve Aydogan
ANKARA
Presiden Turki pada Rabu mengatakan bahwa menjaga integritas teritorial Suriah tergantung pada keberadaan semua kelompok teroris.
Dalam konferensi pers bersama usai konferensi tripartit di Ankara yang dihadiri oleh pemimpin tiga negara, Turki, Iran, dan Rusia, untuk membahas Suriah, Erdogan menegaskan bahwa Turki mengambil tindakan yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawabnya di zona de-eskalasi.
Menurut dia, ketiga presiden telah menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Mengenai pertemuan tripartit pertama di Sochi, Rusia, pada November lalu, Erdogan mengatakan konferensi Ankara akan diikuti oleh konferensi ketiga di Teheran.
"Tujuan utama dari pertemuan tripartit adalah untuk membangun kembali Suriah di mana perdamaian berlaku," tambahnya.
Konferensi Sochi tahun lalu membahas perkembangan yang dilakukan di Astana, Kazakhstan, perundingan damai dan perubahan zona de-eskalasi di seluruh penjuru Suriah.
Erdogan juga mengatakan bahwa proses perdamaian Astana tidak pernah menjadi alternatif bagi Jenewa, namun hanya sebagai pelengkap.
"Kami menginvestasikan USD31 miliar dengan bantuan dari organisasi nonpemerintah kami untuk membantu 160.000 warga Suriah yang kembali ke rumah-rumah mereka di Jarablus, Al-Rai dan Al-Bab," ujar dia.
Dia juga mengusulkan untuk membangun rumah di zona aman di utara Suriah.
"Saya pernah mengajukan hal ini ke masyarakat internasional sebelumnya. Saya mengusulkan untuk membangun rumah di zona aman di utara Suriah. Mari kita menyelamatkan pengungsi Suriah dengan menjadikan daerah-daerah itu lebih aman bagi mereka," tegas Erdogan.
Presiden Turki mengkritik Uni Eropa yang tidak menepati janjinya untuk menyalurkan EUR3 miliar (USD3,69 miliar) untuk bantuan kemanusiaan pengungsi Suriah di Turki.
Mengenai tragedi kemanusiaan di Ghouta Timur, Suriah, Erdogan berkata: "Kami ingin segera membangun rumah sakit di sana dengan bekerja sama dengan pasukan Rusia, sekaligus menyediakan pertolongan medis bagi yang terluka. Turki menghargai solidaritas dengan Rusia dan Iran,"
Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan keinginannya agar semua orang mengakui kesatuan Suriah.
"Kami menegaskan bahwa semua orang harus mempertimbangkan integritas teritorial dan kedaulatan Suriah," kata Rouhani.
Dia menambahkan, "Tak ada negara yang berhak memutuskan masa depan Suriah. Hal itu sepatutnya menjadi hak warga Suriah saja,"
Iran dan Rusia berupaya mengembalikan perdamaian dan keamanan di Suriah dengan memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan ke Suriah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "Keputusan bersama Turki, Rusia, dan Iran adalah untuk memastikan terwujudnya integritas teritorial dan kedaulatan Suriah,"
Putin menyebut keputusan bersama tersebut sebagai "sikap prinsipil". Ketiga pemimpin negara pun sepakat untuk melanjutkan kerja sama tripartit.
Dia menekankan bahwa kekerasan di Suriah telah berkurang secara signifikan sebagai hasil dari kerja sama Turki, Rusia, dan Iran sebagai negara penjamin. Putin menambahkan, teroris Daesh dan kelompok teror lainnya di Suriah telah dikalahkan.
Mengenai ajakan Erdogan dan Rouhani untuk memperluas jangkauan bantuan kemanusiaan di Suriah, Putin mengatakan bahwa mereka telah mengupayakan hal itu dan mengambil langkah-langkah konkret.
Rusia telah berupaya mengembangkan infrastruktur sosial dan ekonomi Suriah.
"Perusahaan-perusahaan Rusia sedang mengembangkan beberapa proyek di daerah-daerah yang dulu diduduki para teroris," jelas dia.