Muhammad Abdullah Azzam
30 Maret 2021•Update: 30 Maret 2021
Gozde Bayar
ANKARA
Turki sedang mempersiapkan undang-undang baru untuk pengelolaan air yang lebih baik, kata presiden negara itu pada Senin.
"Kami sedang mempersiapkan undang-undang mengenai air di parlemen untuk mencapai tujuan kami lebih cepat dan mencegah konflik wewenang dalam pengelolaan air," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Ankara pada pembentukan Dewan Perairan baru dan upacara pembukaan 363 fasilitas massal.
Erdogan mengatakan dewan baru itu akan membantu pembentukan undang-undang air.
Menekankan bahwa Turki perlu memperbarui sistem irigasi pertanian, Erdogan mengatakan negara itu harus menggunakan sumber daya yang ada secara lebih efisien dengan mendorong penghematan air.
Menggarisbawahi bahwa Turki adalah negara yang kekurangan air, dia mengatakan Turki harus membagi sumber daya airnya yang terbatas dengan tetangganya Irak dan Suriah.
“Kami selalu menunjukkan kepekaan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air tetangga kami. Kami tidak pernah menjadikan masalah air sebagai ancaman atau alat tawar-menawar dalam hubungan bilateral kami. Kami akan mempertahankan sikap adil yang sama ini ke depan,” tambah dia.
Erdogan mengatakan total 363 fasilitas yang dibangun oleh Badan Air Negara telah digunakan untuk umum.
Sebanyak 146,5 juta meter kubik air disimpan dan 12,3 juta meter kubik air minum datang setiap tahun berkat fasilitas ini, sebut dia.
Terlepas dari pandemi Covid-19 dan kekeringan, tahun lalu Turki memecahkan rekor nasional untuk hasil pertanian, ungkap Erdogan.
"Hasil pertanian kami naik 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 334 miliar lira. Kami melanjutkan kepemimpinan kami seperti hasil pertanian di Eropa," kata dia.
Tahun ini, pemerintah akan memberikan total 24 miliar lira Turki bantuan kepada produsen produk pertanian, pungkas dia.