Roy Ramos
21 September 2017•Update: 22 September 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Philippines
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku telah memerintahkan kepada pihak kepolisian untuk menembak mati anaknya, jika mereka terbukti terlibat dengan kasus obat-obatan terlarang.
“Saya telah memerintahkan kepada polisi jika ada salah satu anak saya yang terlibat narkotik untuk menembak mati dia, agar orang-orang tidak bisa lagi berbicara apa-apa,” kata Duterte.
Pernyataan tersebut disampaikan Duterte ketika berpidato saat acara penghargaan pegawai pemerintah berprestasi di Istana Kepresidenan.
Perintah Duterte kepada polisi itu sekaligus menjadi tanggapan atas tuduhan yang telah dilontarkan oleh rival politiknya yakni Senator Antonio Trillanes IV.
Trillanes menuding salah satu anak Duterte yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Davao City, Paolo Duterte, sebagai anggota sindikat narkotik yang beroperasi di beberapa negara.
Dalam kesempatan tersebut, Duterte juga mengatakan telah menyampaikan langsung kepada anaknya yang dituding terlibat jaringan narkotik internasional.
“Saya sudah sampaikan kepada Pulong [panggilan Paulo]; ‘perintah saya adalah untuk membunuh kamu jika kamu kedapatan [terlibat narkotik], dan saya akan melindungi siapapun polisi yang membunuhmu jika tuduhan itu terbukti’,” ujarnya.
Tidak hanya kasus narkotik, Paolo sebelumnya juga dituduh terlibat dalam kasus penyelundupan. Putra pertama Duterte itu pun sempat menyangkal tuduhan tersebut.
Selain menyatakan telah memberi mandat langsung kepada polisi untuk membunuh putranya, Duterte juga telah menyatakan bakal mundur dari kursi presiden jika tuduhan tentang keterlibatan Paolo dalam jaringan narkotik terbukti.