26 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Roy Ramos
MANILA
Putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Paolo Duterte mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil Wali Kota Davao karena tuduhan melakukan perdagangan narkoba.
Menurut berita yang dilansir oleh PhilStar, Paolo Duterte menilai pengunduran diri yang dilakukan olehnya berkaitan dengan kasus narkoba dan anak perempuan hasil pernikahan pertamanya yang gagal.
“Sayang sekali, belakangan ini saya mengalami kejadian yang tidak menguntungkan dalam hidup saya ini karena pernikahan pertama saya yang gagal. Mereka ingin merusak reputasi saya dengan memfitnah saya terlibat dalam kasus penyelundupan di bea cukai serta merusak nama baik saya dengan pertengkaran antara saya dengan putri saya yang telah diketahui publik,” ujar dia.
Belum lama ini, Paolo Duterte dihebohkan dengan tudingan terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba dan insiden terbaru bertengkar dengan anak perempuannya yang berusia 17 tahun dan istri pertamanya.
Paolo merasa dipermalukan oleh anak gadisnya di dunia maya karena perselisihan antara mereka. Putrinya mengeluarkan cuitan di Twitter bahwa dia telah dipukul oleh ayahnya.
Lebih dari 3.000 orang tewas dieksekusi tanpa keputusan pengadilan dalam operasi pemberantasan narkoba di Filipina.
Presiden Filipina Duterte mengatakan dia akan membunuhnya anaknya jika terbukti terlibat dalam perdagangan narkoba.
Paolo Duterte dituduh melakukan bisnis dengan sindikat perdagangan narkoba dari Tiongkok.
Paolo Duterte menilai isu narkoba merusak reputasinya meski dia membantah terlibat di kasus itu.