03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencopot Kepala LP Nusakambangan dari jabatannya terkait kasus Narkoba jenis ekstasi 1,2 juta butir dari Belanda.
Ini lantaran narapidana LP Nusakambangan bernama Aseng menjadi pengendali sindikat narkoba senilai Rp600 miliar tersebut.
Selain Kepala LP Nusakambangan, Yasonna mengaku sudah memberikan hukuman kepada petugas yang diduga terlibat.
"Ya memang konsekuensinya begitu. Siapa pun itu, apa pun itu harus bertanggung jawab dari bawah. Kalau di bawahnya lagi diteliti siapa, kan banyak. Tapi KPLP, Kalapas sebenarnya dia sudah selesai. Dia mau dipromosi dipindahkan ke Lampung apa Bengkulu. Ya udah enggak jadi, batal," ujar Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Yasonna pun bakal membenahi lembaga pemasyarakatan ataupun rutan untuk menekan pergerakan sindikat narkoba. Pembenahan tersebut di antaranya bekerjasama dengan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Kita kan sepakat ada BNN yang jagain, ada Polisi, ada kita. Supaya jangan ada dusta di antara kita. Kalau nanti enggak, dilempar lagi tanggung jawab ke kita, dilempar tanggung jawab, supaya enaknya itu kita jagain bersama," tambahnya.
Yasonna juga merencanakan untuk memutus rantai komunikasi narapidana dengan jaringan anrkoba di luar penjara menggunakan tekonologi. Namun hal tersebut, masih menjadi pembahasan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Saya sebetulnya sudah bicara dengan Menkominfo jauh-jauh sebelum ini. Hanyakan kalau itu di harus ada alat yang presize sehingga tidak mengganggu komunitas yang ada. Karena kalau dijam kadang-kadang penduduk di sebalah itu terganggu. Jadi kita harus punya alat teknologi yang betul-betul presize untuk itu," jelasnya.
Selain itu dia yakin pembenahan mental sipir menjadi alat untuk menekan peredaran narkoba dan juga pergerakan mafia di penjara. Dengan adanya perekrutan sipir baru, kementeriannya akan melatih mental para sipir dengan melibatkan Kesatuan Brimob Polri.
"Kita nanti gunakan yang fresh blood ini, kita train, kita kasih apa untuk karena yang lama-lama ini sudah banyak terkontaminasi. Banyak yang sudah enggak benarnya. Tapi ada yang bersih ada yang benar," pungkasnya.