Hader Glang
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte sekali lagi menegur keras Uni Eropa pada Rabu, karena mengungkit data statistik mengenai jumlah korban jiwa akibat perang anti-narkoba yang diluncurkannya.
Dalam pidatonya di Malacanang, Duterte mengatakan "persetan" kepada UE bila mereka tidak mau mendengar penjelasan yang disampaikan utusan Filipina di UE, mantan Senator Edgardo Angara.
Duterte mengatakan dia sudah menjelaskan pada Angara cara berhadapan dengan Eropa dalam isu kampanye anti-narkoba itu.
"Saya menempatkan Senator Angara sebagai utusan di UE. Saya sudah coba menjelaskan ke mereka, namun saya mengatakan bila mereka mendengarkan Anda, bagus. Bila tidak, persetan saja," ungkap Duterte.
Pendirian yang sama juga ditunjukkan Duterte kepada mantan Presiden AS Barack Obama.
"Saya katakan itu juga ke Obama, persetan denganmu. Kenapa saya tidak boleh mengatakan itu kepadanya? Dia menghina saya di depan umum."
Duterte tampak tidak peduli dengan laporan Uni Eropa mengenai HAM dan demokrasi, yang mengatakan adanya budaya impunitas di Filipina serta kondisi buruk hak asasi bagi warga Filipina.
Selain itu, UE juga mengancam akan menarik Duterte ke pengadilan internasional mengenai perang narkobanya.
"Silakan saja, tidak masalah. Tapi berikan saya penonton yang terdidik. Saya kaget melihat mereka sungguh bodoh menanggapi hal ini," kata Duterte.
Duterte juga mengatakan dia tidak akan lagi menerima dana dari UE karena pemberian mereka itu terikat berbagai ketentuan.
Sebelumnya, kantor berita GMA News mengatakan penolakan itu akan berarti kehilangan dana sebesar EUR 250 juta yang kebanyakan disalurkan ke komunitas-komunitas Muslim di Filipina.
Namun, pada Rabu Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano menjelaskan, pemerintah negaranya tidak tertarik menerima donasi dari mana pun bila terikat ketentuan.
"Kebijakan ini bukan spesifik terhadap UE, sudah saya bicarakan dengan Presiden. Kebijakan ini berlaku untuk semua negara," kata Cayetano ketika ditanya mengenai penerimaan bantuan asing yang bisa meruntuhkan kedaulatan negara.
"Bila Anda memberikan ketentuan-ketentuan yang berdampak pada kedaulatan kami dan membuat Anda merasa berhak ikut campur masalah dalam negeri, maka kami tidak akan menerima sumbangan itu," tutup Cayetano.
news_share_descriptionsubscription_contact

