Pizaro Gozali İdrus
29 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan pasukan keamanan menghancurkan kelompok Abu Sayyaf yang diduga kuat melakukan dua serangan bom terhadap gereja Jolo, Sulu, Filipina Selatan, lansir Strait Times pada Senin.
Instruksi Duterte ini disampaikan langsung kepada Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana.
"Mengenai Abu Sayyaf, hancurkan mereka (karena pengeboman itu) dan untuk semua kekejaman mereka selama ini," ujar Lorenzana.
Lorenzana menunjuk nama komandan Abu Sayyaf Hatib Sawadjaan sebagai dalang di balik pemboman gereja.
Menurut Lorenzana, Sawadjaan memiliki kaitan dengan kelompok terror Daesh.
Sawadjaan yang berbasis di hutan-hutan kota Patikul, dekat Jolo, juga dinilai bertanggungjawab atas penculikan untuk tebusan dan memenggal kepala sandera, termasuk dua pria Kanada, dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, petugas keamanan Filipina juga sudah mengantongi nama enam orang tersangka utama yang berasal dari faksi Abu Sayyaf.
Keenam orang itu dinilai terkait dengan aksi pemboman setelah kamera pengawas menunjukkan gerak gerik mencurigakan saat bom pertama meledak.
Abu Sayyaf, yang telah berjanji setia kepada Daesh, juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
“Ini adalah aksi terorisme. Bukan perang agama,” kata Lorenzana.
Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.
Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.
Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.