Megiza Soeharto Asmail
25 Juni 2018•Update: 25 Juni 2018
Megiza
JAKARTA
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memastikan bahwa pemerintah tidak memiliki robot yang dapat menarik KM Sinar Bangun yang tenggelam di dasar Danau Toba.
Syaugi menyebut, dia telah berdiskusi dengan Tim SAR dari beberapa negara mengenai strategi yang dapat dilakukan untuk penanganan kecelakaan seperti yang dialami KM Sinar Bangun pada Senin pekan lalu.
"Kita tidak punya robot. Saya sudah tanya ke negara-negara lain, kebanyakan kapal tenggelam 100 meter baru bisa diangkat. Itu pun harus dibelah-belah." kata dia kepada wartawan di Danau Toba, Sumatra, Senin.
Tim, kata Syaugi, telah menganalisa dan mendapat kemungkinan objek yang diduga badan kapal itu memiliki panjang 20 meter dan lebar lima meter.
"Apakah obyek tersebut miring, makanya kita mau coba memasukan jangkar untuk tarik apa yang ada di situ," tutur Syaugi.
Dia berharap tim gabungan dapat menarik kapal dengan mengguakan jangkar tersebut. Setidaknya, kata Syaugi, jika sebagian badan kapal ada yang berhasil tertarik jangkar, akan ada jasad korban yang ikut naik ke permukaan danau.
"Kita intinya mengambil korban sebanyak mungkin dari dasar danau," ujar Syaugi.
Untuk proses evakuasi hari ini, Syaugi mengatakan tim gabungan bakal mengajak semua kapal-kapal nelayan di Danau Toba untuk melakukan penelusuran.
"Mudah-mudahan hari ini kita melibatkan semua kapal-kapal nelayan di sini dan mereka antusias untuk membantu kita. Semoga ada titik terang," harap dia.