Hayati Nupus
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan hingga hari ini telah menemukan 49 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 PK-LQP.
Kepala Bagian Humas Basarnas SNN Sinaga mengatakan seluruh kantung jenazah yang berisikan serpihan pesawat dan tubuh korban tersebut telah diserahkan ke RS Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Hingga sore ini, lanjut Sinaga, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi masih berada di lokasi pencarian.
“Kita semua berharap ada hasil yang signifikan pada pelaksanaan operasi SAR hari ini,” ujar Sinaga, Rabu, dalam siaran pers.
Sinaga mengatakan operasi SAR gabungan hari ini melibatkan 858 personel dari berbagai lembaga.
Operasi ini, lanjut Sinaga, dilakukan dengan mengerahkan lima unit helikopter, 44 kapal dan 15 mobil ambulance.
Jangkauan pencarian, ujar Sinaga, dibagi dalam dua sektor utama.
Sektor pertama, tambah Sinaga, pencarian dilakukan di bawah air menggunakan Kapal KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Kapal Baruna Jaya BPPT, dan Kapal Dominos Pertamina yang dilengkapi alat pendeteksi bawah air seperti multi beam eco sonder, side scan sonar, ROV dan ping locator.
Sedangkan sektor kedua, lanjut Sinaga, dilakukan oleh tim penyelam Basarnas, Denjaka dan Taifib dengan kedalaman 20-35 meter di lokasi tempat pesawat tersebut kehilangan kontak. Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berisikan 189 orang, sebanyak Sebanyak 181 orang di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Pesawat berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB dan hilang kontak setelah 13 menit mengudara.