Megiza Soeharto Asmail
17 April 2018•Update: 17 April 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Kekuatan Indonesia di Organisasi Kerja sama Islam maupun forum unilateral dianggap dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah Suriah dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Karenanya, organisasi Islam Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera mengambil sikap atas serangan yang dilakukan AS pada akhir pekan lalu.
“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil sikap, terutama melalui PBB, dan juga komunikasi politik dengan negara-negara yang terlibat konflik itu,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa.
Selama ini, kata Mu’ti, Indonesia memiliki hubungan diplomatik dan politik yang sangat baik dengan Amerika, Inggris, Prancis, Rusia, dengan Iran, dan negara lain yang punya kepentingan terhadap konflik yang ada di Suriah.
Artinya, Indonesia dapat menggunakan kekuatan lobi baik melalui OKI maupun forum unilateral lainnya untuk masalah Suriah ini diselesaikan dengan damai, melalui perundingan bukan peperangan.
Menanggapi situasi di Suriah saat ini, Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam serangan AS, Inggris dan Prancis ke Suriah dan mendesak kekuatan-kekuatan proxy yang terlibat untuk menyelesaikan konflik Suriah sesuai keputusan PBB.
“Serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah dan bertentangan dengan hukum internasional. Atas alas an apapun, serangan tersebut hanya akan semakin memperburuk keadaan dan memperkeruh kekisruhan politik yang terjadi di Suriah,” kata Mu’ti.
Kemudian, Muhammadiyah mendesak negara-negara adikuasa untuk tidak menjadikan Suriah sebagai arena pertempuran konflik kepentingan mereka. Semua pihak, menurut organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini, harus menahan diri dan belajar dari sejarah agar tidak membuat sejarah baru yang lebih buruk.
Selanjutnya, organisasi ini juga mendorong PBB menggelar mediasi untuk mendorong transisi damai. Suriah, disebut Muhammadiyah, adalah salah satu negara yang menyimpan kekayaan peradaban umat manusia dan agama-agama besar dunia.
“Perdamaian di Suriah adalah sebuah keniscayaan untuk menyelamatkan peradaban dunia,” tukas Mu’ti.