01 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Kubra Cohan
ANKARA
Turki bekerja dengan Uzbekistan untuk meningkatkan hubungan bilateral di semua bidang, ujar Presiden Recep Tayyip Erdogan, Senin.
“Kami membahas semua topik yang terkait dengan Turki-Uzbekistan -- politik, militer, ekonomi, perdagangan, budaya, industri pertahanan -- dan apa yang bisa kita lakukan setelah proses ini.
"Kami mendapatkan kesempatan untuk membahas ini," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev di ibu kota Tashkent.
“Kami bertukar pandangan tentang masalah regional dan global. Tahun lalu di bulan Oktober, kami membawa hubungan Turki-Uzbekistan ke kemitraan strategis pada kesempatan kunjungan saudara laki-laki saya yang terhormat ke negara saya bersama keluarganya.
"Dalam pertemuan kami hari ini, kami telah mengambil langkah untuk memperkuat infrastruktur dalam kemitraan strategis."
Presiden menandatangani perjanjian yang terdiri dari 25 item, yang dianggap Erdogan sebagai "awal dari perjalanan panjang Turki dan Uzbekistan".
Pertemuan Dewan Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi Turki-Uzbekistan akan diadakan tiap tahun.
Pertemuan pertama akan diadakan di Turki, kata Erdogan.
Erdogan mengatakan Turki tetap bertekad untuk meningkatkan hubungan bilateral "dari ekonomi ke industri pertahanan, pendidikan ke budaya, lingkungan hidup ke energi, pertanian hingga pariwisata, di semua bidang".
Dia juga "menyambut" perkembangan hubungan ekonomi dan mengatakan volume perdagangan kedua negara naik 20 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Erdogan juga mengatakan bahwa Badan Koordinasi dan Kerja Sama Turki (TIKA) ingin menginvestasikan $ 60 juta di Uzbekistan.
Sementara itu, Mirziyoyev mengatakan dirinya senang memiliki pandangan "sama" dengan Erdogan.
Dia menambahkan pandangan untuk membangun perdamaian dan stabilitas di Afghanistan juga dibicarakan dengan Erdogan. Uzbekistan mengutuk teror internasional.
Mirziyoyev mengumumkan Uzbekistan akan bergabung dengan Dewan Kerjasama Negara-Negara yang Berbahasa Turki.
“Kami telah lama bernegosiasi dengan Presiden Erdogan. Bendera Uzbekistan juga akan menjadi salah satu bendera di dewan ini.
"Uzbekistan juga akan menghadiri pertemuan di Bishkek, ini adalah keputusan yang penting," kata presiden Uzbekistan itu.