Muhammad Nazarudin Latief
27 Maret 2020•Update: 27 Maret 2020
JAKARTA
PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) membukukan laba bersih sebesar Rp512,34 miliar tahun lalu.
Sekretaris Perusahaan Yuherni Sisdwi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak Rp128,1 milyar ditetapkan sebagai dividen tunai para pemegang saham.
Sedangkan Rp102,4 miliar lain ditetapkan sebagai cadangan wajib. Sementara Rp281 miliar lain ditetapkan sebagai cadangan lainnya.
Menurut Yuherni, sepanjang 2019, WIKA Beton mencatatkan penjualan sebesar Rp7,08 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.
Sementara itu, Laba Bersih Perseroan terealisasi sebesar Rp510,71 miliar, meningkat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp486,64 miliar.
“Proyek yang menyumbang pendapatan masih didominasi bidang infrastruktur sebanyak 72,8 persen kemudian energi 12 persen,” ujar dia dalam siaran pers, Jumat.
Proyek tersebut di antaranya adalah Tol Pekanbaru – Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan, Tol Semarang – Demak, Tol Balikpapan – Samarinda Paket 2, 3 & 4, Jakarta International Stadium, Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi 3A, High Speed Railway Jakarta-Bandung, Dermaga Patimban, Tol Serpong – Balaraja, Tol Serang – Panimbang dan Pembangunan Infrastruktur Bandara Kulon Progo.
Tahun ini target ditingkatkan, perolehan kontrak baru sebesar Rp11,47 triliun, target penjualan sebesar Rp9,49 triliun, target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar.