Iqbal Musyaffa
26 Februari 2020•Update: 29 Februari 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan penyebaran virus korona telah berdampak pada pasar keuangan sehingga memengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan masih ada net inflow pada pasar keuangan Indonesia sebesar USD490 juta, walaupun dalam beberapa minggu terakhir terjadi outflow.
“Ini membuktikan real investor tetap condifent dengan perekonomian Indonesia,” jelas Destry dalam diskusi di Jakarta, Rabu.
Destry mengatakan pada awal tahun 2020 ada keyakinan besar pada ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia sehingga hingga 27 Januari terjadi inflow yang besar sehingga rupiah menguat.
Kemudian kasus virus korona merebak sehingga menyebabkan inflow turun sehingga rupiah terkoreksi.
“BI tidak bisa mengatakan berapa level rupiah yang kita mau, tapi BI berusaha smoothing [memperhalus] volatilitas rupiah dengan kebijakan yang dilakukan,” lanjut dia.
Destry menambahkan walaupun turun, namun inflow yang masuk ke investasi portofolio saaat ini sudah stabil karena kebijakan BI dalam menjaga imbal hasi yang menarik melalui komitmen sebagai garda utama penjaga stabilitas rupiah.
“Kami melakukan triple intervention melalui Domestic Non-Deliverable Forward, menjaga pasar spot, dan membeli Surat Berharga Negara,” kata Destry.
Destry mengatakan kebijakan BI bersama pemerintah akan terus menerapkan bauran kebijakan moneter melalui kebijakan yang akomodatif.