Jakarta Raya
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menegaskan bahwa Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Kediri masih mendalami kasus hilangnya dana milik 87 nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kediri, Jawa Timur, secara misterius.
"Nanti kita lihat modus operandinya, karena faktanya rekening nasabah tiba-tiba berkurang," jelas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis.
Sampai Rabu malam, tercatat ada 87 nasabah BRI di Kediri yang melaporkan mendadak raibnya uang mereka sebesar Rp500 ribu sampai Rp10 juta pada Sabtu-Minggu pekan lalu (10-11 Maret), padahal mereka tidak melakukan transaksi apapun.
Setyo tidak menutup kemungkinan jumlah nasabah yang melapor kehilangan bisa bertambah.
"Mungkin bisa bertambah," tukas Setyo pendek.
Namun dia enggan menegaskan apakah ini kejahatan internasional atau lokal karena kasus masih didalami.
Walau begitu, dia menilai bahwa bank sebaiknya memeriksa keamanan sistem mereka secara berkala untuk mencegah bentuk kejahatan seperti ini yang akan merugikan nasabah dan mencemarkan nama baik bank itu sendiri.
"Dunia siber ini kan perlu pengamanan juga, jadi tidak boleh kita anggap enteng dan menilai bahwa kalau sudah punya sistem keamanan pasti aman. Harus dicek juga," tutup Setyo.
Baru-baru ini, 87 nasabah BRI dari wilayah Kediri (33 di antaranya ialah nasabah BRI Unit Ngadiluwih dan 54 lainnya adalah nasabah BRI Unit Purwokerto) melaporkan hilangnya dana mereka secara misterius kepada polisi setempat.
BRI telah memblokir rekening milik semua korban.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
