Jakarta Raya
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia berhasil mengekspor kayu-kayu bersertifikat senilai lebih dari EUR 1 miliar ke 28 negara anggota Uni Eropa (UE) selama satu tahun berlakunya skema perizinan lisensi produk kayu bersertifikat legal atau Forest Law Enforcement, Governance and Trade UE (FLEGT).
Skema perizinan FLEGT adalah Perjanjian Kemitraan Sukarela atau Voluntary Partnership Agreement yang mengatur komitmen mengatasi pembalakan liar, memperbaiki tata kelola hutan dan mempromosikan perdagangan produk kayu legal.
Dengan skema ini, kayu yang diekpor hanyalah kayu dari industri yang berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, mengatakan Indonesia berkomitmen memperbaiki tata kelola kehutanan melalui perdagangan kayu legal dan bersertifikat yang bertanggung jawab.
“Hal ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi, dan memberikan manfaat sosial-lingkungan yang lebih luas, termasuk masalah iklim,” ujar Menteri Siti dalam siaran persnya, Kamis.
Sebenarnya, kata Menteri Siti, Indonesia sudah sejak lama mengembangkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), sistem jaminan kelestarian dan legalitas kayu.
Selain itu, melakukan reformasi tata kelola hutan dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum dan partisipasi masyarakat.
SVLK pada November 2016 sudah diakui UE dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang bisa menerbitkan lisensi FLEGT terhadap produk kayu yang diekspor ke sana.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guérend mengatakan perizinan FLEGT ini membantu membantu Indonesia mengelola hutan secara lestari dan menggunakannya untuk membatasi perubahan iklim.
Pada Maret 2015 hingga Februasi 2017, pihak berwenang di negara-negara Uni Eropa telah melakukan 2.704 pemeriksaan terhadap operator yang terkait dengan kayu impor. Hasilnya 525 pemberitahuan untuk tindakan perbaikan dan 139 denda. Selain itu, terdapat 6 kasus pengadilan berhasil diputuskan.
“UE sangat serius memastikan bahwa hanya kayu legal yang dapat memasuki pasar Eropa,” ujarnya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
