Muhammad Nazarudin Latief
20 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah hingga kini sudah membina lebih dari 4.720 santri untuk menjadi wirausahawan mandiri dalam program santripreneur , ujar Kementerian Perindustrian.
Sepanjang 2018, program ini berhasil menjangkau 16 pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta sebanyak 3.220 santri.
“Awal tahun ini, kami sudah membina dan melatih 1.500 santri,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih Selasa.
Dalam program ini pemerintah memfasilitasi bimbingan teknis serta pemberian bantuan alat dan mesin untuk bekal para santi belajar kemandirian sebelum terjun ke masyarakat.
Menurut Gati, para santri dilatih mengenai industri daur ulang sampah, konveksi busana muslim, makanan dan minuman olahan, kerajinan, perbengkelan, pupuk organik cair, dan pendampingan sertifikasi SNI garam beryodium.
“Kegiatan tersebut dirancang karena sudah ada komunitas dan keahlian yang cukup di sejumlah pondok,” ujar dia.
Menurut Gita, pondok pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional yang berdaya saing di kancah global.