BERLIN
Perusahaan-perusahaan Jerman akan terus membayar gas Rusia dalam euro, kata Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Kamis.
Berbicara pada konferensi pers di Berlin, Scholz bersikeras bahwa permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pembayaran gas dalam rubel tidak sejalan dengan kontrak yang ada.
“Kami melihat kontrak, mereka menyatakan bahwa pembayaran dapat dilakukan dalam euro, dan terkadang dalam dolar,” kata Scholz, sambil menambahkan bahwa dia membahas masalah ini selama percakapan telepon dengan Putin pada Rabu.
“Dalam diskusi saya dengan presiden Rusia, saya menjelaskan bahwa ini akan terus berlanjut,” tegas dia.
Scholz tidak mengesampingkan diskusi lebih lanjut dengan Putin mengenai sarannya, tetapi menggarisbawahi bahwa perusahaan energi dan importir gas Jerman tidak akan melakukan pembayaran dalam rubel.
“Tentu saja, untuk perusahaan yang bersangkutan, mereka ingin membayar dalam euro, ini yang bisa dan akan mereka lakukan,” imbuh dia.
Scholz menegaskan kembali bahwa Jerman akan terus mengambil langkah besar untuk mengurangi ketergantungan energinya pada Rusia, dan dapat berada dalam posisi untuk menghentikan impor minyak dan batu bara akhir tahun ini.
Namun dia mengakui bahwa menemukan alternatif untuk gas Rusia kemungkinan akan memakan waktu lebih lama.
Sampai saat ini, Rusia memasok 55 persen gas alam Jerman, 35 persen minyak mentahnya, dan 45 persen batu baranya.
Menanggapi sanksi Barat, Putin menandatangani dekrit pada Kamis, yang menetapkan aturan untuk perdagangan gas alam Rusia dengan "negara-negara yang tidak bersahabat."
Dia mengatakan Rusia akan menghentikan pasokan gas ke negara-negara ini jika mereka tidak beralih ke pembayaran dalam rubel mulai Jumat ini.
“Untuk membeli gas alam Rusia, mereka harus membuka rekening rubel di bank Rusia. Dari rekening-rekening inilah gas akan dibayarkan mulai 1 April," kata Putin.