İqbal Musyaffa
17 Desember 2019•Update: 18 Desember 2019
JAKARTA
Institute for Essential Services Reform (IESR) mengatakan capaian pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan pada tahun ini masih belum menggembirakan.
Sebab realisasi investasi pengembangan energi terbarukan pada tahun ini masih jauh dari target yang ditetapkan.
Direktur Eksekutif IEST Fabby Tumiwa mengatakan hingga akhir 2019 ini pencapaian investasi untuk pengembangan energi terbarukan masih relatif rendah dan masih jauh dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ataupun rencana strategis Kementerian ESDM.
“Capaian investasi energi terbarukan pada tahun ini baru sebesar USD1,17 juta dari total target senilai USD1,8 juta per tahun,” ujar Fabby di Jakarta, Selasa.
Padahal, Fabby memperkirakan pengembangan energi terbarukan di Indonesia sesuai target bauran energi sebesar 23 persen pada 2025 mendatang, membutuhkan biaya investasi sekitar USD70 miliar hingga USD90 miliar atau lebih dari Rp1000 triliun.
Fabby mengatakan bukan hanya tidak mencapai target, namun lima proyek dari total 75 proyek energi terbarukan yang sudah menandatangani Power Purchase Agreements (PPA) mengalami pemutusan kontrak.
Selain itu, sejumlah proyek energi terbarukan yang telah menandatangani PPA 2017-2018 masih mengalami kesulitan pada tahap pendanaan atau financial close.
“Bahkan, sejumlah investor asing yang ramai masuk ke Indonesia tahun 2015-2016 mulai menarik diri dan pindah ke negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand,” kata dia.
Fabby juga menambahkan sejumlah perbankan dalam negeri mulai kehilangan selera untuk membiayai proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia karena rendahnya capaian pengembangan proyek tersebut.
Sepanjang 2019 hanya ada tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 385 megawatt yang berasal dari proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kegiatan konstruksi yang dilakukan sejak empat hingga lima tahun terakhir.
Capaian tersebut masih jauh dari target kapasitas energi terbarukan pada 2025 yang sebesar 45 gigawatt.