Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menggandeng enam perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi electrified vehicle dalam negeri.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan langkah ini dilakukan untuk mengembangkan kendaraan listrik sehingga target produksi 20 persen kendaraan emisi rendah karbon (low carbon emission vehicle) pada 2025 bisa tercapai.
Kampus-kampus tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). Kemudian dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Udayana. Riset bersama ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun (2018-2019).
“Teknologi ramah lingkungan ini dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030,” ujar Menteri Airlangga, dalam siarannya Kamis.
Upaya ini juga dalam rangka menjaga keamanan energi khususnya sektor transportasi darat, apalagi industri otomotif selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Industri ini bahkan menjadi salah satu sektor andalan di dalam roadmap Making Indonesia 4.0.
“Industri otomotif nasional diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor,” paparnya.
Pemerintah juga bekerja sama dengan Toyota Indonesia sebagai salah satu pelaku industri otomotif nasional.
Nantinya enam perguruan tinggi tersebut , kata Menteri Airlangga, akan berpartisipasi aktif dalam pengembangan kendaraan bermotor listrik beserta komponennya di dalam negeri.
Misalnya, dalam pembuatan komponen software maupun hardware, termasuk di antaranya adalah baterai, motor listrik, power control unit, hingga sistem charging station.
Riset bersama ini ditargetkan untuk mendapatkan solusi kenyamanan berkendara, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, serta adopsi teknologi dan regulasi.
“Industri juga berharap ada dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan listrik dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan.”
Kendaraan listrik yang digunakan dalam riset adalah jenis hybrid dan plug-in Hybrid yang bakal dibandingkan dengan kendaraan konvensional (ICE) yang telah menggunakan teknologi advanced engine.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyatakan pihaknya mendukung kegiatan riset dan studi ini. Terlebih proyek riset ini dibuat untuk memahami aspek-aspek yang dapat memengaruhi pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, terutama mengenai preferensi konsumen.