Ekonomi

Indonesia minta pengusaha Turki desak penyelesaian IT-CEPA

“Turki lebih dari sekedar teman dalam sejarah dan politik,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga

Muhammad Nazarudın Latıef   | 03.02.2020
Indonesia minta pengusaha Turki desak penyelesaian IT-CEPA Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (keempat dari kanan) bertemu dengan pengusaha Turki. (Foto Kemendag - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meminta dukungan pelaku usaha Turki untuk mendorong pemerintah mereka mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

“Saya percaya, sangat penting bagi kedua negara untuk mengakselerasi negosiasi agar IT-CEPA dapat diselesaikan tahun ini,” ujar Jerry dalam siaran pers seusai bertemu dengan sekitar 30 pelaku usaha di Kayseri, Turki, akhir pekan lalu.

Menurut dia, IT-CEPA bukan semata-mata tentang bisnis, tetapi juga kemitraan dan kolaborasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Sehingga para pelaku usaha dari kedua negara bisa mendapatkan tarif khusus ke kedua pasar.”

Indonesia menurut Jerry adalah mitra dagang strategis bagi Turki untuk meningkatkan perdagangan, investasi termasuk pariwisata.

“Turki lebih dari sekedar teman dalam sejarah dan politik,” ujar Jerry.

Bagi Indonesia, Turki adalah hub untuk masuk ke pasar kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Sementara bagi Turki, selain pasar yang besar, Indonesia juga menjadi hub untuk masuk ke pasar Asia Tenggara/ASEAN dengan potensi pasar 600 juta jiwa.

"Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, kini Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik di kancah ekonomi global. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai mitra bisnis yang strategis bagi Turki,” jelas Jerry.

Tawarkan sawit 

Dalam pertemuan tersebut, Jerry juga memaparkan peran minyak kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, kelapa sawit tidak hanya sekedar produk ekspor, tetapi merupakan representasi dari perdagangan, alam, dan budaya Indonesia.

Komoditas ini berperan penting bagi lapangan pekerjaan dan penurunan angka kemiskinan dan merupakan sumber penghasilan bagi 16,5 juta penduduk Indonesia.

Menurut Jerry, Turki bisa mengambil minyak kelapa sawit untuk industri pengolahan, seperti produk perawatan dan kosmetik, serta makanan dan minuman.

“Minyak kelapa sawit juga menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi banyak negara, termasuk Turki,” ujar dia.

Total perdagangan Indonesia-Turki pada Januari-November 2019 mencapai USD1,38 miliar. Ekspor Indonesia ke Turki mencapai USD1,05 dan impor sebesar USD 321,23 juta atau memiliki surplus sebesar USD733,73 juta.

Produk ekspor utama dari Indonesia ke Turki, antara lain minyak kelapa sawit, karet, fibers, benang, dan bubur kertas.

Sedangkan produk ekspor utama Turki ke Indonesia, antara lain minyak, tembakau, borat dan karbonat, bijih kromium dan konsentrat, serta perangkat telepon.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın